Renungan Khusus : KENAIKKAN TUHAN YESUS KRISTUS
Tema : Tetap Bangkit oleh Kekuatan Janji
Pemateri : Pdt. Imanuel Gunawan Prasidi
Bacaan :
* Kisah Para Rasul 1:1-11
* Lukas 24:44-53
*
Gereja : Kristen Indonesia Probolinggo (GKI)
Hari/Tanggal : 25 Mei 2017
[Klik Here]
Renungan:
--> Sebuah ilustrasi "Ayam Jantan Berkokok" dari mitologi tiongkok. Diceritakan bahwa ayam jantan berkokok dipagi hari menagih janjinya kepada naga yang meminjam tajinya. Karena konon katanya sang ayam adalah penguasa hutan.
--> Dari mitologi diatas dapat diambil pesannya, yaitu: "Jangan lelah berharap karena janji suatu hari pasti ditepati."
--> Kenaikkan Kristus meninggalkan janji, dalam:
*Matius : Kristus Menyertai Kita
*Markus : Kuasa Kristus
*Lukas dan Kisah Para Rasul: Janji akan roh kudus.
--> Kita percaya janji karena siapa yang memberikan janji.
--> Tinggalkan hati anak-anak dan dewasalah untuk mengawali hidup dalam jalan Tuhan.
[Klik Here]
Rabu, 24 Mei 2017
Minggu, 07 Mei 2017
Renungan Hari ini
Renungan Harian: Menua Dengan Indah
MENUA DENGAN INDAH
Bacaan: Ibrani 10:22-39
Saat bekerja di Panti Wreda, saya mengamati ada dua kelompok orang lanjut usia (lansia). Kelompok pertama adalah lansia yang sehat secara mental dan berpandangan positif terhadap hidup. Kelompok kedua adalah lansia yang melihat hidup secara negatif dan penuh dengan kepahitan. Tak perlu diragukan lagi, para pekerja dan pengunjung lebih menikmati interaksi dengan lansia yang berkarakter positif.
Setiap manusia mengalami berbagai hal dalam perjalanan hidupnya. Akankah berbagai kisah hidup kita memperkuat iman dalam Tuhan dan menjadikan kita orang tua yang berhikmat, atau sebaliknya, menjadikan kita orang tua yang pemarah dan penuh dengan kepahitan?
Tanpa kita sadari, karakter terbentuk melalui setiap langkah yang kita ambil dalam hidup. Kitab Ibrani menyebutkan bahwa penguasaan diri dan ketekunan menjalankan kehendak Tuhanlah yang membuktikan bahwa kita ini umat-Nya. Dia tidak menjanjikan kemudahan dalam hidup umat-Nya, tetapi Dia menjanjikan penyertaan sampai akhir hidup di bumi ini.
Tentunya kita semua ingin bertambah tua (dewasa) dalam hikmat dan keindahan karakter. Oleh karena itu, marilah kita melatih rohani kita agar bertumbuh dalam kehendak-Nya. Berdoalah supaya Tuhan menguatkan kita agar selalu tekun dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Setialah sampai akhir! Mahkota kehidupan tersedia bagi kita. --YHC/Renungan Harian
Buka juga blog aku yang lainnya:
www.perjalananpanjangroli.blogspot.com
www.membacabersamaroli.blogspot.com
www.puisirekolanusroli.blogspot.com
www.tabelkubaca.blogspot.com
www.cerpenroli.blogspot.com
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
MENUA DENGAN INDAH
Bacaan: Ibrani 10:22-39
Saat bekerja di Panti Wreda, saya mengamati ada dua kelompok orang lanjut usia (lansia). Kelompok pertama adalah lansia yang sehat secara mental dan berpandangan positif terhadap hidup. Kelompok kedua adalah lansia yang melihat hidup secara negatif dan penuh dengan kepahitan. Tak perlu diragukan lagi, para pekerja dan pengunjung lebih menikmati interaksi dengan lansia yang berkarakter positif.
Setiap manusia mengalami berbagai hal dalam perjalanan hidupnya. Akankah berbagai kisah hidup kita memperkuat iman dalam Tuhan dan menjadikan kita orang tua yang berhikmat, atau sebaliknya, menjadikan kita orang tua yang pemarah dan penuh dengan kepahitan?
Tanpa kita sadari, karakter terbentuk melalui setiap langkah yang kita ambil dalam hidup. Kitab Ibrani menyebutkan bahwa penguasaan diri dan ketekunan menjalankan kehendak Tuhanlah yang membuktikan bahwa kita ini umat-Nya. Dia tidak menjanjikan kemudahan dalam hidup umat-Nya, tetapi Dia menjanjikan penyertaan sampai akhir hidup di bumi ini.
Tentunya kita semua ingin bertambah tua (dewasa) dalam hikmat dan keindahan karakter. Oleh karena itu, marilah kita melatih rohani kita agar bertumbuh dalam kehendak-Nya. Berdoalah supaya Tuhan menguatkan kita agar selalu tekun dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Setialah sampai akhir! Mahkota kehidupan tersedia bagi kita. --YHC/Renungan Harian
Buka juga blog aku yang lainnya:
www.perjalananpanjangroli.blogspot.com
www.membacabersamaroli.blogspot.com
www.puisirekolanusroli.blogspot.com
www.tabelkubaca.blogspot.com
www.cerpenroli.blogspot.com
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
Sabtu, 06 Mei 2017
AKU ADALAH PINTU
Renungan Mingguan: Aku Adalah Pintu
Tema : Aku Adalah Pintu
Gereja : GKI Probolinggo
Pembicara: Pdt. Didik Tridjatmiko
Bacaan : Yohanes 10 : 1-10
Kebiasaan Tuhan Yesus menjadikan media untuk mengajar. Dalam hal ini kita diajarkan melalui kata "Pintu" untuk mengerti bahwa Yesus adalah penghubung antara manusia dengan Allah.
Keselamatan dari Allah adalah hal yang komunal bukan personal. Dalam Alkitab dapat kita baca bahwa Allah merupakan sosok yang personal yang bersifat komunal.
2 filsafat mengenai Pintu:
1. Pintu terbuka, adalah hal yang mengandung sifat hospitality (keramahan). Sehingga jangan pernah kita mengunci diri dari relasi dengan sesama manusia dan Allah. Sebagai Contoh Rumah Sakit yang selalu terbuka dan memberikan pelayanan hospitality yang ramah.
2. Pintu Tertutup, mengandung unsur non-hospitality dan menimbulkan kesengsaraan. Sebagai contoh kehidupan di penjara yang menimbulkan kegelisahan dalam diri.
Demikianlah Tuhan Yesus turun ke dunia bukan hanya untuk memberitakan keselamatan Allah saja, namun membawa spiritual hospitality surgawi. Teladan Gereja Mula-mula adalah Gereja yang tidak memandang kasta, kelompok, dan perpecahan. Gereja yang merupakan rumah bergumul, rumah bersekutu, dan rumah yang bertujuan untuk kemulian Allah serta pintu keselamatan.....
Gaya pengajaran yang dilakukan Yesus adalah non-sentralisme tapi menghampiri dan menyatu dengan jema'at (blusukan). Kehidupan harus dijadikan akses untuk pulih, dengan tetap menjadi pintu yang terbuka bagi Allah dan sesama manusia.
APAKAH KEHIDUPAN YANG KITA MILIKI SUDAH TERBUKA DENGAN TUHAN? DENGAN SESAMA? APA YANG KITA TAWARKAN UNTUK TUHAN?--Rhow--
Tema : Aku Adalah Pintu
Gereja : GKI Probolinggo
Pembicara: Pdt. Didik Tridjatmiko
Bacaan : Yohanes 10 : 1-10
Kebiasaan Tuhan Yesus menjadikan media untuk mengajar. Dalam hal ini kita diajarkan melalui kata "Pintu" untuk mengerti bahwa Yesus adalah penghubung antara manusia dengan Allah.
Keselamatan dari Allah adalah hal yang komunal bukan personal. Dalam Alkitab dapat kita baca bahwa Allah merupakan sosok yang personal yang bersifat komunal.
2 filsafat mengenai Pintu:
1. Pintu terbuka, adalah hal yang mengandung sifat hospitality (keramahan). Sehingga jangan pernah kita mengunci diri dari relasi dengan sesama manusia dan Allah. Sebagai Contoh Rumah Sakit yang selalu terbuka dan memberikan pelayanan hospitality yang ramah.
2. Pintu Tertutup, mengandung unsur non-hospitality dan menimbulkan kesengsaraan. Sebagai contoh kehidupan di penjara yang menimbulkan kegelisahan dalam diri.
Demikianlah Tuhan Yesus turun ke dunia bukan hanya untuk memberitakan keselamatan Allah saja, namun membawa spiritual hospitality surgawi. Teladan Gereja Mula-mula adalah Gereja yang tidak memandang kasta, kelompok, dan perpecahan. Gereja yang merupakan rumah bergumul, rumah bersekutu, dan rumah yang bertujuan untuk kemulian Allah serta pintu keselamatan.....
Gaya pengajaran yang dilakukan Yesus adalah non-sentralisme tapi menghampiri dan menyatu dengan jema'at (blusukan). Kehidupan harus dijadikan akses untuk pulih, dengan tetap menjadi pintu yang terbuka bagi Allah dan sesama manusia.
APAKAH KEHIDUPAN YANG KITA MILIKI SUDAH TERBUKA DENGAN TUHAN? DENGAN SESAMA? APA YANG KITA TAWARKAN UNTUK TUHAN?--Rhow--
Selasa, 02 Mei 2017
Renungan Hari Ini
Renungan Harian: Raja Yang Langka
RAJA YANG LANGKA
Bacaan: Yunus 3:1-10
Yunus Modern. Begitu judul artikel Edward B. Davis, asisten profesor di Philadelphia, yang meneliti laporan sebuah media lokal. Pada Februari 1991, seorang nelayan bernama James Bartley ditelan ikan paus besar. Ikan itu tertangkap dan, perutnya dibelah, ditemukanlah Bartley masih bernapas. Mirip dengan kisah Yunus, yang kerap diperdebatkan karena dianggap kejadian langka, ajaib, bahkan mustahil. Namun, sebenarnya keajaiban di Kitab Yunus bukan hanya itu.
🌎Karya Sastra🌎 🌎Membaca🌎 🌎Cerpen🌎
Keajaiban lainnya adalah turunnya raja negeri Niniwe dari singgasana untuk bertobat dan memulai sebuah perubahan radikal di negerinya. Bukankah ini langka? Ajaib, bukan? Ada sebuah pertobatan nasional dimulai dari rajanya sendiri! Dan, karena dimulai dari rajanya, dampak dari pertobatan itu sungguh besar dan nyata. Yunus sendiri tidak menduganya. Dan, Allah pun-demi melihat pertobatan itu-membatalkan rencana penghukumannya (ay. 10).
🌐Tabel🌐 🌎Wisata🌎
Sejarah memperlihatkan kisruhnya dunia ini salah satunya akibat ulah para pemimpin yang kesukaannya hanya memerintah, bukan menjadi teladan. Yang dicontohkan justru hal-hal yang buruk. Akibatnya, keburukan pun menjalar ke mana-mana. Perubahan positif dalam masyarakat, di sekolah, di tempat kerja, dan di kehidupan keluarga sungguh menantikan teladan seorang pemimpin, yaitu dia yang bersedia untuk memulai sebuah aksi perubahan pertama dan terutama dari dirinya sendiri. Langka memang, namun bukan mustahil jika Anda dan saya bersedia memulainya. --PAD/Renungan Harian
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
RAJA YANG LANGKA
Bacaan: Yunus 3:1-10
Yunus Modern. Begitu judul artikel Edward B. Davis, asisten profesor di Philadelphia, yang meneliti laporan sebuah media lokal. Pada Februari 1991, seorang nelayan bernama James Bartley ditelan ikan paus besar. Ikan itu tertangkap dan, perutnya dibelah, ditemukanlah Bartley masih bernapas. Mirip dengan kisah Yunus, yang kerap diperdebatkan karena dianggap kejadian langka, ajaib, bahkan mustahil. Namun, sebenarnya keajaiban di Kitab Yunus bukan hanya itu.
🌎Karya Sastra🌎 🌎Membaca🌎 🌎Cerpen🌎
Keajaiban lainnya adalah turunnya raja negeri Niniwe dari singgasana untuk bertobat dan memulai sebuah perubahan radikal di negerinya. Bukankah ini langka? Ajaib, bukan? Ada sebuah pertobatan nasional dimulai dari rajanya sendiri! Dan, karena dimulai dari rajanya, dampak dari pertobatan itu sungguh besar dan nyata. Yunus sendiri tidak menduganya. Dan, Allah pun-demi melihat pertobatan itu-membatalkan rencana penghukumannya (ay. 10).
🌐Tabel🌐 🌎Wisata🌎
Sejarah memperlihatkan kisruhnya dunia ini salah satunya akibat ulah para pemimpin yang kesukaannya hanya memerintah, bukan menjadi teladan. Yang dicontohkan justru hal-hal yang buruk. Akibatnya, keburukan pun menjalar ke mana-mana. Perubahan positif dalam masyarakat, di sekolah, di tempat kerja, dan di kehidupan keluarga sungguh menantikan teladan seorang pemimpin, yaitu dia yang bersedia untuk memulai sebuah aksi perubahan pertama dan terutama dari dirinya sendiri. Langka memang, namun bukan mustahil jika Anda dan saya bersedia memulainya. --PAD/Renungan Harian
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
Sabtu, 29 April 2017
Renungan Hari Ini
Renungan Harian: PEMENANG
PEMENANG
Bacaan: Ulangan 2:26-37
Dalam sebuah perlombaan, seseorang dikatakan sebagai pemenang jika tim juri telah memutuskan hasil akhirnya. Namun yang dialami bangsa Israel ini berbeda. Mereka mendapatkan kemenangannya bukan pada akhir peperangan, tetapi pada saat firman Tuhan diucapkan. Tuhan berfirman akan mulai menyerahkan Sihon dan negerinya supaya menjadi milik bangsa Israel. Saat itulah Tuhan menyerahkan Sihon.
(www.puisirekolanusroli.blogspot.com)
Umumnya yang terjadi, kita merasa menang ketika mendengar pengakuan atas kemenangan kita. Tanpa sadar kehidupan kita terbentuk oleh kebiasaan dunia. Kita berbicara, berpikir dan bertingkah laku seperti apa yang diinginkan dunia. Seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan berdasarkan kebenaran dan bukan yang diingini dunia.
(www.membacabersamaroli.blogspot.com)
Ketika Tuhan telah berfirman, maka firman-Nya pasti digenapi. Ketika Tuhan berkata kita adalah umat pemenang, maka begitulah kenyataannya. Jadi apapun masalah yang menimpa kita tidak akan mengubah keputusan Tuhan bahwa kita adalah pemenang, kecuali jika kita tidak memercayainya. Hidup kita haruslah berani berbeda dari kebiasaan dunia. Kiranya kita bisa mengubah cara berpikir kita agar tidak melihat dulu baru percaya, tetapi percayalah dulu sebelum semuanya digenapi. Masa depan bersama Tuhan adalah yang terbaik. Jadi jangan berlaku seperti orang dunia yang baru percaya kalau sudah melihat. Tetapi percayalah sekarang juga, sebab sesungguhnya itu sudah terjadi! Kita sudah ditetapkan sebagai pemenang, maka janganlah berlaku seperti orang yang kalah. --JB/Renungan Harian.
Terima kasih sudah mampir ke blog saya tetap nantikan renungan harian yang lain nya, jangan lupa langganan ya😊 follow and like blog nya. GBU😇
Buka juga (www.perjalananpanjangroli.blogspot.com)
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
PEMENANG
Bacaan: Ulangan 2:26-37
Dalam sebuah perlombaan, seseorang dikatakan sebagai pemenang jika tim juri telah memutuskan hasil akhirnya. Namun yang dialami bangsa Israel ini berbeda. Mereka mendapatkan kemenangannya bukan pada akhir peperangan, tetapi pada saat firman Tuhan diucapkan. Tuhan berfirman akan mulai menyerahkan Sihon dan negerinya supaya menjadi milik bangsa Israel. Saat itulah Tuhan menyerahkan Sihon.
(www.puisirekolanusroli.blogspot.com)
Umumnya yang terjadi, kita merasa menang ketika mendengar pengakuan atas kemenangan kita. Tanpa sadar kehidupan kita terbentuk oleh kebiasaan dunia. Kita berbicara, berpikir dan bertingkah laku seperti apa yang diinginkan dunia. Seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan berdasarkan kebenaran dan bukan yang diingini dunia.
(www.membacabersamaroli.blogspot.com)
Ketika Tuhan telah berfirman, maka firman-Nya pasti digenapi. Ketika Tuhan berkata kita adalah umat pemenang, maka begitulah kenyataannya. Jadi apapun masalah yang menimpa kita tidak akan mengubah keputusan Tuhan bahwa kita adalah pemenang, kecuali jika kita tidak memercayainya. Hidup kita haruslah berani berbeda dari kebiasaan dunia. Kiranya kita bisa mengubah cara berpikir kita agar tidak melihat dulu baru percaya, tetapi percayalah dulu sebelum semuanya digenapi. Masa depan bersama Tuhan adalah yang terbaik. Jadi jangan berlaku seperti orang dunia yang baru percaya kalau sudah melihat. Tetapi percayalah sekarang juga, sebab sesungguhnya itu sudah terjadi! Kita sudah ditetapkan sebagai pemenang, maka janganlah berlaku seperti orang yang kalah. --JB/Renungan Harian.
Terima kasih sudah mampir ke blog saya tetap nantikan renungan harian yang lain nya, jangan lupa langganan ya😊 follow and like blog nya. GBU😇
Buka juga (www.perjalananpanjangroli.blogspot.com)
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
BERELASI DENGAN TUHAN YESUS KRISTUS
Tanggal: Minggu, 30 April 2017
Tema: Berelasi Dengan Tuhan Yesus Kristus
Pemateri: Pdt. Aguswijanto (Dari GKI Tumapel)
Gereja: Kristen Indonesia Probolinggo (GKI Probolinggo)
Bacaan: Lukas 24:29-31
Tema: Berelasi Dengan Tuhan Yesus Kristus
Pemateri: Pdt. Aguswijanto (Dari GKI Tumapel)
Gereja: Kristen Indonesia Probolinggo (GKI Probolinggo)
Bacaan: Lukas 24:29-31
<||~||>Apa yg kita lakukan untuk menjalin relasi dengan Tuhan Yesus Kristus?
#Hadir dalam Kebaktian setiap Hari Minggu
#Hadir dalam Persekutuan Doa
#Mengikuti Pemahaman Alkitab
#Berdoa secara pribadi
#Membaca Alkitab secara Pribadi
#Hadir dalam Kebaktian setiap Hari Minggu
#Hadir dalam Persekutuan Doa
#Mengikuti Pemahaman Alkitab
#Berdoa secara pribadi
#Membaca Alkitab secara Pribadi
Namun, hal-hal itu akan sia-sia jika kita tidak mengenal dan berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus dalam jalan yang telah disediakan-Nya.
<||~||>Perumpamaan Penabur
#Jatuh dipinggir jalan
#Jatuh ditanah yang berbatu
#Jatuh di semak berduri
~> 75% gagal tumbuh
#Jatuh ditanah yang subur
~> 25% sukses tumbuh dan berbuah, sehingga membuahkan hasil yang sangat baik.
"Demikianlah Perumpamaan Penabur dalam hidup kita."
#Jatuh ditanah yang berbatu
#Jatuh di semak berduri
~> 75% gagal tumbuh
#Jatuh ditanah yang subur
~> 25% sukses tumbuh dan berbuah, sehingga membuahkan hasil yang sangat baik.
"Demikianlah Perumpamaan Penabur dalam hidup kita."
<||~||>Bagaimana Berelasi dengan Tuhan Yesus?
#Mengenal Tuhan Yesus bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16) agar kita tidak mudah untuk meninggalkan atau menghianati-Nya
#Berjumpa dengan Yesus dan Berubahlah jika tidak bisa merubah hidup kita maka sia-sialah hidup kita. Dan mulailah bertanya pada hatimu!--Rhow--
#Mengenal Tuhan Yesus bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16) agar kita tidak mudah untuk meninggalkan atau menghianati-Nya
#Berjumpa dengan Yesus dan Berubahlah jika tidak bisa merubah hidup kita maka sia-sialah hidup kita. Dan mulailah bertanya pada hatimu!--Rhow--
Sabtu, 22 April 2017
Renungan Hari Ini
Renungan Harian: KASIH DAN ADIL
KASIH DAN ADIL
Bacaan: Yohanes 3:1-21
Ketika suatu hari ada seorang ibu-ibu tua ketahuan mencuri sandal disalah satu rumah tetangganya. Sehingga ia dilaporkan dan ditangkap oleh polisi sampai akhirnya memasuki proses persidangan. Ternyata Hakim Ketua sidang tersebut adalah anak dari ibu tua yang ditetapkan jadi tersangka. Pada saat persidangan itulah ditetapkan keputusan yang sangat berat untuk ditanggung oleh ibu tua tersebut, namun sebelum hukuman dijalani ibu tersebut masih ditahan disel tahanan. Siapa sangka pada suatu malam Hakim Ketua (anaknya), masuk ke penjara dan berkata kepada ibunya: "Mama pergilah! Biarkan aku tanggung semua ini. Ini juga termasuk tanggung jawab aku sebagai anak untuk berkorban bagimu." meskipun awalnya sang ibu menolak namun akhirnya sang ibu menuruti pula apa yang di sampaikan anaknya.
Nah, saudaraku semua begitulah pengorbanan Tuhan dalam menegakan keadilan dan menunjukkan betapa besar kasih-Nya akan dunia ini (Ayat. 16)
Tuhan menegakan keadilan dengan mengorbankan Putera-Nya yang tunggal bukan untuk menghukum manusia melainkan untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. (Ayat. 17). Namun, demikian kita hendak percaya pada Yesus Kristus agar kita dapat beroleh keselamatan yang telah Dia perjuangkan untuk menebus dosa kita.(Ayat. 18)
Nah, guys demikian renungan kali ini. Sudahkah anda percaya? --Rhow-- Renungan Harian
KASIH DAN ADIL
Bacaan: Yohanes 3:1-21
Ketika suatu hari ada seorang ibu-ibu tua ketahuan mencuri sandal disalah satu rumah tetangganya. Sehingga ia dilaporkan dan ditangkap oleh polisi sampai akhirnya memasuki proses persidangan. Ternyata Hakim Ketua sidang tersebut adalah anak dari ibu tua yang ditetapkan jadi tersangka. Pada saat persidangan itulah ditetapkan keputusan yang sangat berat untuk ditanggung oleh ibu tua tersebut, namun sebelum hukuman dijalani ibu tersebut masih ditahan disel tahanan. Siapa sangka pada suatu malam Hakim Ketua (anaknya), masuk ke penjara dan berkata kepada ibunya: "Mama pergilah! Biarkan aku tanggung semua ini. Ini juga termasuk tanggung jawab aku sebagai anak untuk berkorban bagimu." meskipun awalnya sang ibu menolak namun akhirnya sang ibu menuruti pula apa yang di sampaikan anaknya.
Nah, saudaraku semua begitulah pengorbanan Tuhan dalam menegakan keadilan dan menunjukkan betapa besar kasih-Nya akan dunia ini (Ayat. 16)
Tuhan menegakan keadilan dengan mengorbankan Putera-Nya yang tunggal bukan untuk menghukum manusia melainkan untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. (Ayat. 17). Namun, demikian kita hendak percaya pada Yesus Kristus agar kita dapat beroleh keselamatan yang telah Dia perjuangkan untuk menebus dosa kita.(Ayat. 18)
Nah, guys demikian renungan kali ini. Sudahkah anda percaya? --Rhow-- Renungan Harian
Renungan Hari ini
Renungan Harian: HATI-HATI
H A T I - H A T I
Bacaan: Ulangan 6:1-25
Hingga detik ini, jika saya bercakap-cakap dengan ibu melalui telepon seluler, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Ia selalu mengatakan, "Hati-hati ya, Nak." Kalimat itu selalu menjadi penutup pembicaraan kami. Kalimat itu menjadi pengingat bagi saya untuk selalu berhati-hati dan tidak ceroboh dalam melakukan segala sesuatu. Hal itu sudah berlangsung selama delapan tahun sejak saya merantau ke kota lain.
(www.perjalananpanjangroli.blogspot.co.id)
Musa tidak pernah bosan mengatakan kepada bangsa Israel agar mereka bertindak dengan hati-hati dan tidak melupakan Tuhan, yang telah melepaskan mereka dari perbudakan (ay. 12). Israel akan mendapatkan berkat yang luar biasa ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian (ay. 13). Oleh karena itu, Musa meminta agar mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 14). Bisa saja, berkat yang mereka terima itu justru menjadi jerat sehingga mereka melupakan Tuhan. Tak heran Musa meminta mereka untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.
(www.puisirekolanusroli.blogspot.co.id)
Ketika ada orang lain yang mengatakan kepada kita "Berhati-hatilah", hal itu semestinya mendorong kita menjadi lebih waspada. Demikian pula, ketika Tuhan meminta kita untuk berhati-hati supaya tidak melupakan-Nya, semestinya kita menjadi lebih waspada agar selalu mengingat-Nya. Kita perlu berhati-hati karena kerap kali berkat yang kita miliki justru menjadi penyebab kita menjauhi dan melupakan-Nya. Jadi, apakah kita masih terus mengingat-ingat Dia? --SPP/Renungan Harian
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
Bacaan: Ulangan 6:1-25
Hingga detik ini, jika saya bercakap-cakap dengan ibu melalui telepon seluler, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Ia selalu mengatakan, "Hati-hati ya, Nak." Kalimat itu selalu menjadi penutup pembicaraan kami. Kalimat itu menjadi pengingat bagi saya untuk selalu berhati-hati dan tidak ceroboh dalam melakukan segala sesuatu. Hal itu sudah berlangsung selama delapan tahun sejak saya merantau ke kota lain.
(www.perjalananpanjangroli.blogspot.co.id)
Musa tidak pernah bosan mengatakan kepada bangsa Israel agar mereka bertindak dengan hati-hati dan tidak melupakan Tuhan, yang telah melepaskan mereka dari perbudakan (ay. 12). Israel akan mendapatkan berkat yang luar biasa ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian (ay. 13). Oleh karena itu, Musa meminta agar mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 14). Bisa saja, berkat yang mereka terima itu justru menjadi jerat sehingga mereka melupakan Tuhan. Tak heran Musa meminta mereka untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.
(www.puisirekolanusroli.blogspot.co.id)
Ketika ada orang lain yang mengatakan kepada kita "Berhati-hatilah", hal itu semestinya mendorong kita menjadi lebih waspada. Demikian pula, ketika Tuhan meminta kita untuk berhati-hati supaya tidak melupakan-Nya, semestinya kita menjadi lebih waspada agar selalu mengingat-Nya. Kita perlu berhati-hati karena kerap kali berkat yang kita miliki justru menjadi penyebab kita menjauhi dan melupakan-Nya. Jadi, apakah kita masih terus mengingat-ingat Dia? --SPP/Renungan Harian
Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com
Langganan:
Komentar (Atom)






