Sabtu, 29 April 2017

Renungan Hari Ini

Renungan Harian: PEMENANG

PEMENANG
Bacaan: Ulangan 2:26-37

Dalam sebuah perlombaan, seseorang dikatakan sebagai pemenang jika tim juri telah memutuskan hasil akhirnya. Namun yang dialami bangsa Israel ini berbeda. Mereka mendapatkan kemenangannya bukan pada akhir peperangan, tetapi pada saat firman Tuhan diucapkan. Tuhan berfirman akan mulai menyerahkan Sihon dan negerinya supaya menjadi milik bangsa Israel. Saat itulah Tuhan menyerahkan Sihon.

(www.puisirekolanusroli.blogspot.com)

Umumnya yang terjadi, kita merasa menang ketika mendengar pengakuan atas kemenangan kita. Tanpa sadar kehidupan kita terbentuk oleh kebiasaan dunia. Kita berbicara, berpikir dan bertingkah laku seperti apa yang diinginkan dunia. Seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan berdasarkan kebenaran dan bukan yang diingini dunia.

(www.membacabersamaroli.blogspot.com)


Ketika Tuhan telah berfirman, maka firman-Nya pasti digenapi. Ketika Tuhan berkata kita adalah umat pemenang, maka begitulah kenyataannya. Jadi apapun masalah yang menimpa kita tidak akan mengubah keputusan Tuhan bahwa kita adalah pemenang, kecuali jika kita tidak memercayainya. Hidup kita haruslah berani berbeda dari kebiasaan dunia. Kiranya kita bisa mengubah cara berpikir kita agar tidak melihat dulu baru percaya, tetapi percayalah dulu sebelum semuanya digenapi. Masa depan bersama Tuhan adalah yang terbaik. Jadi jangan berlaku seperti orang dunia yang baru percaya kalau sudah melihat. Tetapi percayalah sekarang juga, sebab sesungguhnya itu sudah terjadi! Kita sudah ditetapkan sebagai pemenang, maka janganlah berlaku seperti orang yang kalah. --JB/Renungan Harian.
Terima kasih sudah mampir ke blog saya tetap nantikan renungan harian yang lain nya, jangan lupa langganan ya😊 follow and like blog nya. GBU😇
Buka juga (www.perjalananpanjangroli.blogspot.com)

Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

BERELASI DENGAN TUHAN YESUS KRISTUS


Tanggal: Minggu, 30 April 2017
Tema: Berelasi Dengan Tuhan Yesus Kristus
Pemateri: Pdt. Aguswijanto (Dari GKI Tumapel)
Gereja: Kristen Indonesia Probolinggo (GKI Probolinggo)
Bacaan: Lukas 24:29-31

<||~||>Apa yg kita lakukan untuk menjalin relasi dengan Tuhan Yesus Kristus?
#Hadir dalam Kebaktian setiap Hari Minggu
#Hadir dalam Persekutuan Doa
#Mengikuti Pemahaman Alkitab
#Berdoa secara pribadi
#Membaca Alkitab secara Pribadi
Namun, hal-hal itu akan sia-sia jika kita tidak mengenal dan berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus dalam jalan yang telah disediakan-Nya.

<||~||>Perumpamaan Penabur
#Jatuh dipinggir jalan
#Jatuh ditanah yang berbatu
#Jatuh di semak berduri
   ~> 75% gagal tumbuh
#Jatuh ditanah yang subur
   ~> 25% sukses tumbuh dan berbuah, sehingga membuahkan hasil yang sangat baik.
"Demikianlah Perumpamaan Penabur dalam hidup kita."

<||~||>Bagaimana Berelasi dengan Tuhan Yesus?
#Mengenal Tuhan Yesus bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16) agar kita tidak mudah untuk meninggalkan atau menghianati-Nya
#Berjumpa dengan Yesus dan Berubahlah jika tidak bisa merubah hidup kita maka sia-sialah hidup kita. Dan mulailah bertanya pada hatimu!--Rhow--

Sabtu, 22 April 2017

Renungan Hari Ini

Renungan Harian: KASIH DAN ADIL


KASIH DAN ADIL
Bacaan: Yohanes 3:1-21

         Ketika suatu hari ada seorang ibu-ibu tua ketahuan mencuri sandal disalah satu rumah tetangganya. Sehingga ia dilaporkan dan ditangkap oleh polisi sampai akhirnya memasuki proses persidangan. Ternyata Hakim Ketua sidang tersebut adalah anak dari ibu tua yang ditetapkan jadi tersangka. Pada saat persidangan itulah ditetapkan keputusan yang sangat berat untuk ditanggung oleh ibu tua tersebut, namun sebelum hukuman dijalani ibu tersebut masih ditahan disel tahanan. Siapa sangka pada suatu malam Hakim Ketua (anaknya), masuk ke penjara dan berkata kepada ibunya: "Mama pergilah! Biarkan aku tanggung semua ini. Ini juga termasuk tanggung jawab aku sebagai anak untuk berkorban bagimu." meskipun awalnya sang ibu menolak namun akhirnya sang ibu menuruti pula apa yang di sampaikan anaknya.
        Nah, saudaraku semua begitulah pengorbanan Tuhan dalam menegakan keadilan dan menunjukkan betapa besar kasih-Nya akan dunia ini (Ayat. 16)
Tuhan menegakan keadilan dengan mengorbankan  Putera-Nya yang tunggal bukan untuk menghukum manusia melainkan untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. (Ayat. 17). Namun, demikian kita hendak percaya pada Yesus Kristus agar kita dapat beroleh keselamatan yang telah Dia perjuangkan untuk menebus dosa kita.(Ayat. 18)
Nah, guys demikian renungan kali ini. Sudahkah anda percaya? --Rhow-- Renungan Harian

Renungan Hari ini

Renungan Harian: HATI-HATI

H A T I - H A T I
Bacaan: Ulangan 6:1-25

Hingga detik ini, jika saya bercakap-cakap dengan ibu melalui telepon seluler, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Ia selalu mengatakan, "Hati-hati ya, Nak." Kalimat itu selalu menjadi penutup pembicaraan kami. Kalimat itu menjadi pengingat bagi saya untuk selalu berhati-hati dan tidak ceroboh dalam melakukan segala sesuatu. Hal itu sudah berlangsung selama delapan tahun sejak saya merantau ke kota lain.

(www.perjalananpanjangroli.blogspot.co.id)

Musa tidak pernah bosan mengatakan kepada bangsa Israel agar mereka bertindak dengan hati-hati dan tidak melupakan Tuhan, yang telah melepaskan mereka dari perbudakan (ay. 12). Israel akan mendapatkan berkat yang luar biasa ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian (ay. 13). Oleh karena itu, Musa meminta agar mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 14). Bisa saja, berkat yang mereka terima itu justru menjadi jerat sehingga mereka melupakan Tuhan. Tak heran Musa meminta mereka untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.

(www.puisirekolanusroli.blogspot.co.id)

Ketika ada orang lain yang mengatakan kepada kita "Berhati-hatilah", hal itu semestinya mendorong kita menjadi lebih waspada. Demikian pula, ketika Tuhan meminta kita untuk berhati-hati supaya tidak melupakan-Nya, semestinya kita menjadi lebih waspada agar selalu mengingat-Nya. Kita perlu berhati-hati karena kerap kali berkat yang kita miliki justru menjadi penyebab kita menjauhi dan melupakan-Nya. Jadi, apakah kita masih terus mengingat-ingat Dia? --SPP/Renungan Harian

Disadur dari: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Baca selengkapnya: http://www.alkitabku.com/id//renungan-harian/2017/04/22
Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com